Facebook Twitter In
Flag

MESSAGE FROM BOD

 

Perekonomian Indonesia

Secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik yang didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih tercatat positif dan perbaikan pada penjualan ekspor. Inflasi 2019 tercatat sebesar 2,72%, menurun dibandingkan inflasi 2018 sebesar 3,13% dan berada dalam kisaran sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah yaitu 3,5%±1%. Adapun terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,02%. Dari sisi nilai tukar Rupiah, tercatat pada tahun 2019 Rupiah menguat 3,57% (ptp) atau 0,76% secara rerata (sumber: Bank Indonesia) berkisar di level Rp 14.000/USD. Sementara itu, kondisi pasar konsumen di tahun 2019 masih belum berubah banyak dibanding tahun 2018. Pola konsumsi konsumen masih dipengaruhi oleh konsumsi kualitas hidup seperti pendidikan dan kesehatan serta konsumsi pengalaman hidup seperti liburan/wisata.

 

Prospek Usaha

Pertumbuhan perekonomian Indonesia diperkirakan pada tahun 2020 akan tumbuh sebesar 5,3% (sumber: Kementerian Keuangan). Hal tersebut mengindikasikasikan bahwa secara makroekonomi perekonomian dalam negeri belum memperlihatkan perubahan yang signifikan, selain itu masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha dalam negeri. Namun demikian, secara jangka panjang, Indonesia diperkirakan akan mengalami bonus demografi hingga tahun 2045 yaitu suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk tidak produktif (mereka yang belum dan yang sudah tidak lagi produktif). Jumlah penduduk Indonesia tahun 2045 diperkirakan mencapai 318,96 juta jiwa dimana 65% diantaranya termasuk penduduk usia produktif yaitu antara 15-64 tahun.

 

Oleh karenanya, dalam menghadapi bonus demografi tersebut Perseroan secara berkelanjutan terus menyusun Rencana Manajemen Jangka Menengah 3-Tahunan yang pada tahun 2020 telah memasuki periode ke-6 (MID-6) dengan tema ”Beyond Expectation”. Penetapan tema ini adalah upaya Perseroan untuk dapat selalu menerapkan semangat Oyakudachi atau memberi manfaat dimana setiap bagian Perseroan didorong untuk selalu memberikan nilai tambah dalam setiap aktivitas kerja yang dilakukan. Oleh karenanya, Perseroan optimis melalui strategi tersebut kesempatan dimasa yang akan datang akan menjadi hal yang positif bagi perkembangan bisnis Perseroan.

Perseroan memiliki segmen usaha utama yaitu kosmetika. Informasi mengenai produk kosmetika yang digunakan untuk tujuan pelaporan manajemen dalam laporan keuangan terbagi menjadi produk perawatan rambut, perawatan kulit & rias, wangi-wangian, dan lain-lain.

 

Di tahun 2019, pertumbuhan penjualan terbesar dicatatkan oleh kategori perawatan kulit dan rias yang tumbuh sebesar 18,6% dibanding tahun 2018 yaitu dari Rp 971,26 miliar menjadi Rp 1,15 triliun. Sementara itu, kategori wangi-wangian tumbuh 6,6% sedangkan kategori perawatan rambut turun 2,2%.

Aset

Pada akhir tahun 2019 jumlah aset tercatat sebesar Rp 2,55 triliun, meningkat 4,3% dari Rp 2,45 triliun pada akhir tahun 2018.

Liabilitas

Jumlah liabilitas pada akhir tahun 2019 sebesar Rp 532,05 miliar, naik 12,6% dari Rp 472,68 miliar pada akhir tahun 2018.

Ekuitas

Pada akhir tahun 2019 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 2,02 triliun, meningkat 2,4% dari Rp 1,97 triliun di tahun 2018.

Penjualan, Beban, Laba, Pendapatan Komprehensif Lain dan Total Laba Komprehensif

Penjualan tahun 2019 tercatat sebesar Rp 2,80 triliun, tumbuh 5,9% dibandingkan tahun 2018. Rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan tercatat 66,8%, naik dari 66,0% di tahun 2018. Di sisi lain, rasio laba bersih terhadap penjualan adalah sebesar 5,2%. Laba bersih tercatat sebesar Rp 145,15 miliar, menurun 16,1% dibandingkan tahun 2018. Penghasilan komprehensif lain diperoleh dari keuntungan aktuarial atas kewajiban manfaat pasti dan laba/rugi nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual. Dengan demikian, total laba komprehensif tahun 2019 tercatat sebesar Rp 131,13 miliar dan laba per saham menjadi Rp 722/saham.

 

Pertumbuhan penjualan tahun 2019 terjadi pada penjualan segmen perawatan kulit dan rias yang tercatat sebesar Rp 1,15 triliun atau tumbuh 18,6% dibanding tahun 2018 dan penjualan segmen wangi-wangian yang tercatat sebesar Rp 518,07 miliar atau tumbuh 6,6% dibanding tahun 2018.

Arus Kas

Kas dan setara kas pada akhir tahun 2019 turun sebesar Rp 84,26 miliar dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 369,17 miliar, dan saldo pada akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp 285,76 miliar.

Kemampuan Membayar Utang & Tingkat Kolektabilitas Piutang

Kemampuan membayar utang dihitung melalui perhitungan rasio utang Debt to Equity Ratio dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas yaitu Rp 532,05 miliar/Rp 2,02 triliun dan diperoleh angka rasio 26,4%. Hasil perhitungan menunjukan secara umum Perseroan mampu membayar utangnya 3,8 kali lipat atas ekuitas yang dimiliki oleh Perseroan. Rata-rata masa pembayaran utang di tahun 2019 adalah 17 hari.

 

Tingkat kolektabilitas piutang dihitung melalui perhitungan rasio piutang yaitu dengan membagi piutang usaha dengan nilai penjualan per hari (365 hari) yaitu Rp 450,80 miliar /Rp 7,68 miliar dan diperoleh angka 59 hari. Hasil perhitungan tersebut merupakan jumlah hari yang menunjukkan rasio perputaran piutang Perseroan secara rata-rata.

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

Tidak ada ikatan material untuk investasi barang modal di tahun 2019.

Investasi Barang Modal

Investasi barang modal di tahun 2019 dilakukan pada Mesin dan Peralatan, Bangunan dan Pengembangan, dan yang lainnya. Tujuan investasi tersebut adalah untuk mendukung peningkatan kapasitas dan optimalisasi produksi. Nilai investasi barang modal selama tahun 2019 adalah sebesar Rp 81,61 miliar.

Fakta Material yang Terjadi setelah Tanggal Laporan Akuntan

Tidak ada fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan.

Penjualan Domestik

Tahun 2019 masih menjadi tantangan tersendiri bagi industri consumer goods termasuk Perseroan. Menurut data Nielsen, pengeluaran rumah tangga masih mencatatkan perlambatan pertumbuhan dikarenakan pola konsumsi konsumen yang berubah. Perubahan ini terlihat pada jumlah fund and deposit di bank yang meningkat di tahun 2019. Hal ini menunjukkan bahwa kini konsumen tidak lagi menggunakan sebagian besar uangnya untuk belanja melainkan menabung dan investasi. Selain itu konsumsi pengalaman hidup seperti liburan/wisata masih menjadi salah satu fokus konsumen saat ini. Kondisi ini cukup memberikan pengaruh terhadap kinerja penjualan Perseroan dalam negeri yang tercatat sebesar Rp 2,05 triliun atau hanya tumbuh sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Seiring tumbuhnya jumlah penduduk usia produktif di Indonesia, Perseroan percaya kedepannya pasar domestik akan terus tumbuh. Untuk itu, Perseroan akan terus berupaya menghadirkan produk-produk terbaik mengikuti kebutuhan konsumen yang dinamis, dan memastikan agar konsumen dapat dengan mudah mencari dan mendapatkan produk-produk Perseroan.

 

Penjulan Internasional

Penjualan ekspor di tahun 2019 tercatat sebesar Rp 752,86 miliar atau tumbuh sebesar 7,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini didorong oleh tumbuhnya penjualan ke negara-negara yang tergabung dalam Mandom Group serta didukung oleh beberapa produk baru yang diterima baik oleh pasar. Mandom Group adalah bagian dari grup perusahaan Mandom Corporation yang berpusat di Jepang dengan cabang di beberapa negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan lain-lain.

 

Kedepannya, Perseroan akan terus fokus menggarap pasar ekspor, baik yang bertujuan ke negara-negara Mandom Group maupun diluarnya. Untuk negara-negara Mandom Group, Perseroan akan terus memperkenalkan produk-produk yang telah diterima dengan baik di pasar Indonesia sambil tentunya memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen di masing-masing negara. Sementara itu, untuk negara-negara di luar Mandom Group, Perseroan akan terus meluncurkan beberapa produk baru yang dikhususkan untuk pasar tersebut.

 

PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Perseroan senantiasa memegang teguh filosofi “Only One”. Oleh karenanya, Perseroan berupaya untuk menciptakan produk-produk yang dapat memberikan inspirasi dan kesan bagi kehidupan konsumen yang dinamis. Sepanjang tahun 2019 Perseroan telah meluncurkan sejumlah produk baru untuk beberapa kategori, mulai dari hair styling, fragrance, decorative makeup hingga skin care. Total produk baru dan renewal yang telah diluncurkan Perseroan sepanjang tahun 2019 sebanyak 306 SKU..

Kebijakan dividen Perseroan setiap tahunnya diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan pertimbangan nilai laba bersih, kondisi keuangan Perseroan, serta rencana investasi dan pengembangan yang akan dilakukan Perseroan. Kebijakan dividen Perseroan untuk dividen tahun buku 2019 adalah membagikan dividen sebesar Rp 420 per saham dengan pay out ratio 58,2% dari laba bersih. Rasio ini lebih besar dibandingkan dengan rasio tahun 2018 yang sebesar 46,0% dari laba bersih.

 

Perseroan akan mengusulkan pembagian dividen sesuai kebijakan tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2019. Nilai dividen selama 2 tahun terakhir:

TAHUN BUKU TANGGAL PEMBAYARAN DIVIDEN DIVIDEN PER SAHAM (RP) JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN NILAI DIVIDEN (RP JUTA) LABA BERSIH (RP JUTA) DIVIDEN TERHADAP LABA BERSIH SETELAH PAJAK (%)
 
2017 22 Mei 2018

410

201.066.667 82.437 179.126 46,0
2018 22 Mei 2019

420

201.066.667 84.448 173.049 48,8 
2019 19 Mei 2020 420 201.066.667 84.448 145.149 58,2

Tahun 2020 merupakan tahun pertama dari periode Rencana Manajemen Menengah 3-Tahun yang ke-6 (MID-6). Dalam periode ini, Perseroan menetapkan “Beyond Expectation” sebagai tema strategi bisnis yang akan berlangsung mulai tahun 2020 sampai 2022. Dengan mengusung tema tersebut, Perseroan mendorong setiap manajemen dan karyawan Perseroan untuk selalu berpikir lebih dan memberikan nilai tambah pada setiap aktivitas kerja yang dilakukan. Tidak hanya dari sisi pengembangan produk yang bisa menyediakan suatu nilai tambah bagi konsumen tapi juga nilai tambah dalam kegiatan kerja sehari-hari sehingga semangat Perseroan yaitu Oyakudachi (memberi manfaat) dapat terus dilestarikan dan diwujudkan.

Sementara itu, dari segi permodalan, Perseroan akan tetap menggunakan kas internal dalam melakukan pengembangan bisnis. Dalam hal kebijakan dividen, Perseroan akan menyesuaikan kebijakan dividen dengan kondisi keuangan dan juga rencana pengembangan bisnis Perseroan.